Selasa, 09 Februari 2010

Jenuh?? No Way!!!

Saat jenuh meradang karena tak tahu mesti melakukan apa, bete lah yang kan segera menyerang. Biasanya kalo uda kaya gitu pasti deh uring-uringan atau bahkan melakukan tindakan buruk rupa hehe..lebay-lebun.. Nah, ada beberapa positive things yang bisa dilakukan untuk setidaknya mengatasi kejenuhan dan kebetean tersebut. Simak nih!
a. Ngajak temen yang bisa maen gitar buat genjrang-genjreng n tes vokal. Meski gak bagus-bagus amat, yang penting bisa nge-plong-in pikiran. Nyanyikan lagu-lagu kesukaan kalian. Jangan lupa bawa cemilan [kacang, mete, coklat, jangan lupa jahe hangat]. Ingat, jangan genjrang genjreng di sebelah rumah tetangga yang jantung n darah tingginya mulai kumat. Mending kalo Cuma diacungin parang…lha kalo dilempar??? hehe
b. Kalo masih pagi atau agak sorean, kita bisa melakukan olahraga. Mungkin jogging, bersepeda, basket, voli, tenis, renang…seabreg deeeh…bahkan kita bisa maen ke pantai [kalo termasuk pesisir], bikin istana pasir, ngumpulin kerang-kerangan ma ponakan atau sekedar cuci mata aja sambil merasakan semilir tiupan angin pantai. Tapi awasss!!! Ada jellyfish!! Ah, dia kan ciptaan Tuhan juga. Jadi gak perlu takut..hehe..
c. Lakukan outbond atau travelling ke tempat yang bisa bikin pikiran fresh. Hirup udara segar yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
d. Kalo malas keluar rumah, kita bisa pilih kesibukan lain, seperti membuat kerajinan tangan dari barang-barang bekas, seperti kertas undangan dari teman, saudara, atau kolega ayah bunda yang sudah gak terpakai lagi, bisa tuh dibikin semacam frame foto atau pembatas buku atau apa aja sesuai dengan kreativitas kita. Botol-botol bekas yang bentuknya unik juga bisa dimanfaatkan sebagai vas bunga atau hiasan seperti glass painting. Yang penting bagaimana mengembangkan imaginasi kita.
e. Coba-coba praktik resep masakan dari tabloid-tabloid yang ada di rumah. Pilih yang gampang dan simple dahulu. Gak usah muluk-muluk. Tapi kalo emang punya bakat memasak, kenapa nggak coba yang tingkatannya uda advance?? Itung-itung bantu ibu yang sudah semakin renta dan cape masak.
f. Kumpulin baju-baju yang uda gak dipakai tapi masih bagus untuk disalurkan ke Panti Asuhan. Kalo emang sayang, kita bisa make over agar gak keliatan jadul, mungkin tambahkan aksen pita atau kancing sesuai selera.
g. Bersih-bersih rumah atau mengubah letak/posisi perabot yang telah ada. Istilahnya mencoba suasana baru. Jangan lupa semprotkan pewangi ruangan bila telah selesai. Kalo uda bersih semua, baru deh baca komik, novel, buku IPTEK dll atau nonton tipi acara favorit.
h. Oya, jangan lupa siangi rumput-rumput liar di sekitar rumah. Tambahkan batu-batu kerikil di sekitar jalan masuk rumah atau halaman.

By: Nanik

Minggu, 07 Februari 2010

Ingat, minyak bumi,batu bara akan habisss, lalu??

Di Kalimantan Barat, listrik padam bukan sesuatu yang baru. Setiap listrik padam, PT PLN Wilayah Kalimantan Barat kebanjiran protes dan kecaman masyarakat. Padamnya listrik tidak hanya karena aktivitas PLN, melainkan masyarakat yang juga boros memakai listrik, bahkan juga listrik mati karena gangguan alam. Padamnya listrik terjadi karena sengaja dan tidak sengaja. Sengaja karena aktivitas PLN, yakni pemeliharaan mesin pembangkit dan saluran udara tegangan. Tidak sengaja akibat gangguan mesin pembangkit, saluran udara tegangan, dan pasokan bahan bakar. Angin kencang, pencurian listrik, tersangkutnya benang layangan, hujan lebat, sambaran petir, gangguan binatang, dan pemborosan pemakaian listrik merupakan beberapa contoh lain penyebab listrik padam.

Secara ideal, listrik tetap menyala kalau permintaan daya listrik bisa dipenuhi. Terpenuhinya permintaan itu bergantung pada jumlah dan kemampuan pembangkit untuk menghasilkan listrik. Listrik sebenarnya sumber energi paling hemat. Di negara-negara maju ada kereta listrik, ada monorel yang digerakkan oleh listrik. Kenapa demikian? Karena untuk membuat sebuah pembangkit tenaga listrik sumber bahan bakarnya tidak selalu harus dari minyak bumi yang tentu saja harganya akan terus naik sekalipun di medium tahun 2009 ini harganya agak turun secara internasional tapi itu tidak akan bertahan lama karena minyak bumi suatu saat pasti habis.

Sementara untuk membangkitkan listrik sumber alternatifnya sangat banyak, seperti angin, panas matahari, gelombang laut, gas bumi, air, batu bara, dan masih banyak lagi yang belum dieksplor secara seksama. Indonesia sebagai salah satu negara dengan kandungan sumber daya alam yang begitu besar seharusnya bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan ini, sisanya tergantung seberapa besar keinginan kita (baca: pemerintah Indonesia) untuk mulai melirik dan memperhatikan masalah ini dengan serius, mengingat semua sumber alternatif pembangkit listrik tersebut relatif tersedia di negara kita.

Coba bayangkan jika seandainya setiap wilayah di negara ini (dengan pembagian wilayah yang disesuaikan tentunya) memperoleh listrik dengan kapasitas minimal 5.000 MW maka begitu banyak keuntungan yang bisa kita peroleh. Kereta api tidak akan menggunakan lagi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ibu-ibu yang memasak di rumah tidak akan lagi menggunakan gas dan minyak tanah. Kita memiliki angin yang cukup kencang di beberapa wilayah negara ini. Belanda adalah negara yang giat memanfaatkan sumber daya angin mereka untuk menambang listrik, bahkan tercatat Belanda adalah negara yang kebutuhan listriknya di dunia ini sebagian besar dipasok oleh pembangkit listrik tenaga kincir angin. Kita juga memiliki gas bumi dan sumber daya air yang begitu melimpah. Semua pembangkit listrik tersebut adalah pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Alternatif lain yang telah dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga limbah sampah (Biogas). Pembangunan PLTB itu diharapkan pula mampu memberikan solusi terhadap permasalahan sampah selama ini. Upaya tersebut sekaligus pula agar masyarakat terbebas dari hal-hal yang membahayakan lingkungan, terutama akibat limbah sampah yang dapat mengeluarkan gas-gas beracun. Kota Pontianak adalah salah satu kota di Indonesia yang memperoleh proyek Clean Development Mechanism (CDM), suatu mekanisme yang memberikan kesempatan terjadinya jual beli emisi penyebab gas rumah kaca. Mekanisme ini menjadi salah satu upaya mengurangi masalah pemanasan global di negara berkembang yang menjadi bagian Protokol Kyoto dan dibahas dalam United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali. Melalui CDM, negara berkembang akan mendapatkan keuntungan finansial dari upayanya mengurangi pelepasan gas rumah kaca ke udara karena gas ini akan dibeli oleh negara maju.

Teknologi yang digunakan adalah teknologi landfill. Prosesnya, menjadikan biogas yang didapat dari sampah melalui gas engine dikonservasikan menjadi energi listrik. Mula-mula seluruh sampah ditimbun dengan tanah, lalu lewat pipa yang dipasang di dalamnya, gas methan ditangkap dan digunakan untuk mengeringkan sampah. Dengan demikian tumpukan sampah itu akan mengering. Cairan yang keluar selama proses itu ditampung dan dikelola dalam instalasi khusus atau water treatment supaya tidak menimbulkan pencemaran. Untuk sampah yang baru, prosesnya dipilah dulu. Sampah basah seperti kayu, daun, kertas dicacah dulu, kemudian dimasukkan dalam digester (pengering) yang nantinya menghasilkan biogas dan kompos. Teknologi ini disebut Anaerobic Digestion. Sedangkan sampah kering semacam plastik akan diolah dengan teknologi pirolisis dan gassfication, yakni dengan pemanasan tinggi tanpa oksigen yang menhasilkan gas dan digunakan untuk menggerakkan turbin. Gas methan dari sampah adalah gas yang dinilai paling berbahaya bagi lingkungan, karena kontribusi gas methan terhadap pemanasan global sekitar 21 kali lebih besar daripada CO2 sehingga pengolahan sampah mendapat prioritas dalam upaya mengurangi pemanasan global. Seandainya kontribusi listrik yang dihasilkan sebesar 1 MW, memang tergolong relatif kecil, namun jika disalurkan kepada pelanggan rumah tangga daya tersambung 900 VA (volt ampere) dengan pemakaian rata-rata misalnya 500 kWh (kilo Watt hour) perbulan, diperkirakan dapat memasok kepada sekira 2 ribu pelanggan. Selain turut memberikan kontribusi energi listrik, pembangunan PLTB itu diharapkan pula mampu memberikan solusi terhadap permasalahan sampah selama ini.

Untuk beberapa daerah Kabupaten di kawasan timur Kalimantan Barat mempunyai potensi pengembangan kelistrikan berbahan baku energi non fosil, hal ini dapat terjadi karena di daerah timur tersebut banyak sekali pabrik sawit dan begitu pula limbah cangkangnya. Apabila hasil proses pabrik sawit di lima kabupaten mulai dari Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu dikumpulkan limbah cangkangnya dan ditentukan satu lokasi pabriknya, maka tidak menutup kemungkinan masalah listrik di kawasan perhuluan yang selama ini masih mengandalkan diesel akan berganti menjadi listrik alternatif.
Dengan mulai terangkatnya wacana pemanfaatan limbah untuk listrik, maka perlu upaya konkrit dari beberapa elemen terkait guna mewujudkan hal tersebut agar tidak hanya menjadi wacana saja dan upaya tersebut juga perlu dukungan beberapa daerah yang rencananya akan menjadi bagian pendukung terwujudnya listrik dari limbah tersebut. Entah sampai kapan krisis listrik ini akan segera berakhir. Kita semua tentunya berharap tahun 2010 kedepan, Dirut PLN yang baru (Dahlan Iskan) dapat segera mengambil langkah-langkah efektif guna menangani krisis listrik bila tidak ingin kehidupan ekonomi bangsa ini akan semakin terperosok.

Disadur dari Mahasiswa MST UGM Konsentrasi Teknologi Pengelolaan & Pemanfaatan Sampah Limbah Perkotaan.

Rabu, 03 Februari 2010

Nickelback's Lyric - GOTTA BE SOMEBODY


This time, I wonder what it feels like/To find the one in this life/The one we all dream of/But dreams just aren't enough
So I´ll be waiting for the real thing/I know it by the feeling/The moment when we´re meeting/Will play out like a scene/Straight off the silver screen
So I`ll be holding my breath/Right up to the end/Until that moment when/I find the one that I spend forever with...
`Cause nobody wants to be the last one there/'Cause everyone wants to feel like someone cares/Someone to love with my life in their hands/There`s gotta be somebody for me like that
`Cause nobody wants to go it on their own/And everyone wants to know they´re not alone/Somebody else that feels the same somewhere/There`s gotta be somebody for me out there
Tonight, out on the street, out in the moonlight/And damn it, this feels too right/It´s just like De Ja Vu
Me standing here with you
So I´ll be holdin` my breath/Could this be the end?/Is it that moment when/I find the one that I spend forever with?
Cause nobody wants to be the last one there/'Cause everyone wants to feel like someone cares/Someone to love with my life in their hands/There´s gotta be somebody for me like that
`Cause nobody wants to go it on their own/And everyone wants to know they´re not alone/Is there somebody else that feels the same somewhere?/There`s gotta be somebody for me out there
You can´t give up/Lookin´ for that diamond in the rough/Because you never know when it shows up/Make sure you´re holdin` on/Cause it could be the one, the one you´re waiting on
Cause nobody wants to be the last one there/And everyone wants to feel like someone cares/Someone to love with my life in their hands/There has gotta be somebody for me.../Ohhhhhh
Nobody wants to go it on their own/And everyone wants to know they´re not alone/Is there somebody else that feels the same somewhere?/There `s gotta be somebody for me out there
Nobody wants to be the last one there/And everyone wants to feel like someone cares/Is there somebody else that feels the same somewhere?
There has gotta be somebody for me out there

Selasa, 02 Februari 2010

Gadis Pantai...

Gadis Pantai...rambut tergerai lepas, sebebas jiwanya yang mengelana di antara riak-riak gelombang di lautan. Tegar, kokoh ... bak karang-karang yang menantang badai.
Saat ia terpental masuk ke dalam jaring-jaring penguasa yang memandang bahwa wanita hanyalah alat pemuas raga dan nafsu, bahwa wanita bukanlah 'big mouth', bahwa wanita tak bisa turut andil dalam menentukan masa depan, bahwa wanita hanyalah sekedar budak yang tak bisa hisap aroma wangi suami (sang bendoro/penguasa-red)...batinnya terkoyak menentang budaya patriarki yang tlah lama tak terkendali.
Ketika kebebasan terkoyak, hanyalah kematian yang kan menunggu.
Belai sang surya yang biasa bergemuruh di otak, mendadak terkubur dalam-dalam…

Bagaimana Menghilangkan Rasa Kantuk pada Saat Bekerja


Hal yang biasa saya lakukan saat rasa kantuk mulai merangsek adalah sebagai berikut [ini versi Nanik, ya..hehe..] :
a.Dengerin musik alternative rock, ga perlu yang kenceng – kenceng kaya heavy metal…cukup nickleback aja hehe…lagu yang lembek juga boleh, asal bisa nyentuh hati. Mungkin yang bisa bikin mewek. Jadinya mata terisi air mata dan dada terasa agak gimana gitu…tapi jarang sih. Yang ada, kalo ngantuk ya ngantuk aja..hehe..
b.Makan permen mint atau apa aja buat nyemil biar sekitar kepala gerak. Bisa coba juga permen karet [bubble gum], karena menurut penelitian [lupa tuh siapa yang bikin riset, yang jelas ada…], permen karet bisa merangsang otak untuk bekerja lebih optimal. Itung-itung buat olahraga otak…gitchu…
c.Minum air putih atau pocari sweat sebagai minuman berion yang menurut saya rasanya paling netral dibanding produk lainnya [hehe…iklan nie ye..maap ya..]. Kalo bisa yang dingin.
d.Pergi ke toilet, cuci muka atau wudlu biar seger, sekalian solat.
e.Berdiri lalu jalan-jalan bentar, lihat sekeliling, atau pergi ke boiler 30 alias kantin.
f.Kalo uda bener-bener ga kuat, terpaksa deh, tidur. Tapi mesti tetap lihat sikon. Ada si boss ga.
Cobain deh!!

Jumat, 22 Januari 2010

dewa..dhani..republik cinta..


Sejarah pembentukan

Dewa pertama kali dibentuk pada tahun 1986 oleh empat orang siswa SMP Negeri 6 Surabaya. Nama Dewa merupakan akronim dari nama mereka berempat: Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar). Mereka memiliki markas tempat berlatih di rumah Wawan di Jalan Darmawangsa Dalam Selatan No. 7, yang terletak di komplek Universitas Airlangga.[1][11]

Dewa yang awalnya muncul dengan musik yang lebih pop, kemudian berubah haluan menjadi jazz setelah Erwin memperkenalkan musik jazz ke grup ini. Wawan yang merupakan penggemar berat musik rock kemudian memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso.[11] Posisi Wawan kemudian digantikan oleh Salman dan nama Dewa pun berubah menjadi Down Beat, yang diambil dari nama majalah jazz terbitan Amerika Serikat. Di kawasan Jawa Timur dan sekitarnya, nama Down Beat waktu itu cukup terkenal, terutama setelah berhasil merajai panggung festival. Sebut saja Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Jarum Super Fiesta Musik.[1]

Ketika nama Slank berkibar Wawan kembali dipanggil untuk menghidupkan Dewa, dengan mengajak pula Ari Lasso. Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19, karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun.[11] Kali ini, Dewa 19 hadir dengan mencampuradukkan beragam musik jadi satu: pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu.[1]

Salah seorang teman sekelas Wawan, Harun ternyata tertarik pada konsep tersebut dan menawarkan investasi sebesar Rp 10 juta untuk memodali teman-temannya membuat master rekaman. Karena di Surabaya tidak ada studio yang memenuhi syarat, mereka terpaksa pergi hijrah ke Jakarta meskipun dengan modal yang pas-pasan.[1][12]
[sunting] 1992–1994: Album perdana dan kesuksesan awal

Dewa 19 menyelesaikan pembuatan master album perdana mereka di Jakarta. Setelah itu, Andra, Ari, Erwin, dan Wawan balik ke Surabaya sementara Dhani tetap di Jakarta untuk mencari label rekaman yang bersedia mengorbitkan mereka. Dhani kemudian berkeliaran di penjuru kota Jakarta, dari satu perusahaan rekaman satu ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota. Awalnya banyak perusahaan rekaman yang menolak mereka karena menganggap lagu mereka kurang menjual.[12] Akhirnya, master rekaman Dewa 19 akhirnya dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records, yang pernah sukses melejitkan KLa Project.[1]

Pada tahun 1992, Dewa meluncurkan album pertamanya yang bertajuk Dewa 19. Di luar dugaan album perdana mereka meledak dan laris manis di pasaran, sehingga Team Records yang notabene merupakan label kecil terpaksa meminta Aquarius Musikindo untuk mengabil alih produksi album ini.[12] Album ini melejitkan singel berjudul "Kangen" dan "Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi" yang sukses mendapat tempat di hati pecinta musik Indonesia. Nama Dewa 19 pun langsung melejit di blantika musik Indonesia. Melalui album ini Dewa 19 berhasil menyabet 2 penghargaan di BASF Awards 1993, masing-masing untuk kategori "Pendatang Baru Terbaik" dan "Album Terlaris 1993".[1]

Pada tahun 1994, Dewa 19 merilis album kedua mereka yang berjudul Format Masa Depan. Di tengah penggarapan album ini, Wawan hengkang dari Dewa 19 dan kemudian digantikan sementara oleh pemain pembantu Rere (sekarang drummer di ADA Band). Terhitung sejak 24 September 1994 Aquarius Musikindo resmi menjadi label Dewa 19 menggantikan Team Records. Album ini menelurkan singel berjudul "Aku Milikmu" dan "Tak Akan Ada Cinta Yang Lain".
[sunting] 1995–1997: Terbaik Terbaik hingga Pandawa Lima

Pada tahun 1995, Dewa merilis album bertajuk Terbaik Terbaik. Wong Aksan kemudian bergabung dan menempati posisi drummer. Album ini memiliki konsep musik pop rock yang dikembangkan dengan menambah unsur-unsur jazz, folk, funk dan ballad. Banyak pengamat musik meyakini bahwa inilah album terbaik yang pernah dibuat Dewa 19 yang mengukuhkan mereka sebagai salah satu grup band besar terkreatif yang pernah ada di Indonesia.[13] Majalah Rolling Stone edisi Desember 2007, menempatkan album ini di posisi 26 dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik".[13]

Album ini melahirkan hits berjudul "Cukup Siti Nurbaya", "Satu Hati (Kita Semestinya)" dan lagu ballad "Cinta 'Kan Membawamu Kembali". Lewat album ini Dewa kembali meraih penghargaan BASF Awards untuk "Grup Musik Rock Terbaik", "Grup/Duo Rekaman Terbaik" serta "Tata Musik Rekaman Terbaik".[7] Video klip "Cukup Siti Nurbaya" juga mendapat penghargaan sebagai "Video Klip Terbaik" di ajang Video Musik Indonesia. Album Terbaik Terbaik telah sukses terjual sebanyak 500.000 keping di Indonesia.[14][15] Sejak album ini pula Dewa 19 mulai menggunakan istilah Baladewa untuk menyebut para penggemar fanatiknya.[13]

Album keempat Dewa 19 yang berjudul Pandawa Lima dirilis pada tahun 1997. Melalui album ini, Dewa 19 sukses meraih 6 penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 1997, yaitu untuk "Lagu Alternatif Terbaik", "Lagu Terbaik Umum", "Duo/Grup Alternatif Terbaik", "Album Rhythm & Blues Terbaik" serta "Cover Album Terbaik".[16] Album ini melahirkan sejumlah hits di antaranya berjudul "Kirana" dan "Kamulah Satu-Satunya". Kedua lagu ini berhasil memenangkan penghargaan Video Musik Indonesia sebagai "Video Klip Favorit". Pandawa Lima telah sukses terjual lebih dari 800 ribu keping dan mendapat sertifikat 5x Platinum.[14][15]
[sunting] 1998–1999: Perpecahan

Pada tanggal 4 Juni 1998, Wong Aksan resmi dikeluarkan dari Dewa 19 akibat permainannya yang terlalu kental dengan corak jazz. Ia digantikan oleh Bimo Sulaksono (mantan anggota Netral). Tak lama kemudian Bimo keluar dari grup ini dan bergabung dengan Bebi untuk membentuk grup Romeo.[1]

Dewa 19 juga menghadapi masalah akibat dua personilnya, Ari Lasso dan Erwin Prasetya mengalami ketergantungan berat narkoba. Selain memporak-porandakan kehidupan pribadi mereka, narkoba juga melumpuhkan seluruh aktivitas Dewa 19. Berbagai tawaran manggung terpaksa ditolak dan dibatalkan karena sering pada saat manggung, Ari tampil dengan kondisi yang memprihatinkan.[17][18] Album ke-5 Dewa 19 tidak pernah selesai digarap akibat jadwal rekaman yang sering ditunda. Perlahan mulai timbul konflik di tubuh Dewa 19.[17]

Ari dan Erwin sempat diberi waktu istirahat beberapa bulan dan Dewa 19 divakumkan untuk sementara waktu.[17] Erwin kemudian memutuskan untuk masuk rehabilitasi dan pesantren untuk menghilangkan kebiasaan buruknya itu. Setelah melewati waktu yang cukup lama Erwin berhasil sembuh. Sementara Ari Lasso sama sekali tak ada tanda-tanda akan membaik, bahkan semakin memburuk. Melihat kondisi Ari Lasso semakin mengkhawatirkan, dengan terpaksa ia dikeluarkan dari posisi vokalis Dewa 19.[18]

Pada tahun 1999, Dewa merilis album The Best of Dewa 19, yang berisi karya-karya terbaiknya semasa Ari Lasso menjadi vokalis. Album ini memuat dua lagu baru yaitu "Elang" dan "Persembahan dari Surga". Album ini kembali meraih sukses meski tanpa sepotong promosi apapun. Setelah perilisan album ini, Dewa 19 resmi hanya tinggal 2 orang personel saja.[19]

Elfonda Mekel (Once) yang berkenalan dengan Dhani di tahun 1997, direkrut menjadi vokalis baru Dewa 19 menggantikan Ari Lasso.[20] Sebelumnya, Once bersama Dhani dan Andra sempat menggarap rekaman untuk film Kuldesak. Once kemudian juga mengajak temannya, Tyo Nugros bergabung dengan Dewa 19 untuk mengisi posisi drummer yang kosong.[1]
[sunting] 2000–2002: Puncak kesuksesan

Setelah sekian lama vakum dari blantika musik Indonesia, akhirnya pada tanggal 30 April 2000, Dewa tampil secara perdana dengan formasi baru: Ahmad Dhani (keyboard), Andra Ramadhan (gitar), Once (vokalis) dan Tyo Nugros (drumer).[21] Kali ini Dewa 19 hadir dengan nama "Dewa" saja, tanpa embel-embel "19".

Pada tahun 2000, Dewa merilis album kelimanya bertajuk Bintang Lima. Awalnya banyak yang pesimis dengan formasi Dewa saat itu. Namun ternyata, album Bintang Lima justru meledak di pasaran, bahkan menjadi album tersukses sepanjang karier Dewa.[22] Dari 11 materi lagu di album tersebut, 6 di antaranya manjadi lagu favorit anak-anak muda di seantero tanah air. "Roman Picisan", "Dua Sejoli", "Risalah hati", "Separuh Nafas", "Cemburu" dan "Lagu Cinta" adalah lagu-lagu yang banyak direquest di radio-radio terkemuka di Indonesia.[22] Dewa mengadakan tur di 36 kota untuk mempromosikan album ini sekaligus memperkenalkan formasi baru mereka.[23] Melalui album ini, Dewa menyabet 3 penghargaan AMI Awards 2000, yaitu "Penyanyi/Group Terbaik", "Lagu Terbaik" ("Roman Picisan") dan "Album Terbaik".[24] Bintang Lima sukses terjual lebih dari 1,7 juta keping dan merupakan salah satu album terlaris di Indonesia.[2] Total penjualan album ini (asli dan bajakan) diperkirakan mencapai 9 juta keping.[8]

Erwin Prasetya yang telah sembuh total dari narkoba kembali bergabung dengan Dewa. Album keenam Cintailah Cinta dirilis pada tanggal 5 April 2002.[25] Album ini awalnya akan diberi judul Indera Ke-Enam, namun hanya karena pertimbangan pasar, pihak label menggantinya menjadi Cintailah Cinta.[26][25] Album ini pun kembali mendulang sukses album Bintang Lima. Sebelum resmi dirilis di pasaran album ini bahkan telah laris sebanyak 200.000 keping.[27] Total penjualan album ini telah mencapai lebih 1,04 juta keping.[2] Pada ajang AMI Awards 2002, Dewa berhasil membawa 3 penghargaan untuk kategori "Duo/Grup Pop Terbaik", "Lagu Terbaik" ("Arjuna") serta "Cover album terbaik.[7]

Di tengah kesuksesan yang diraihnya, Dewa tersandung masalah pelanggaran hak cipta. Lagu berjudul "Arjuna Mencari Cinta" digugat oleh Yudhistira ANM Massardi, selaku penulis novel dengan judul yang sama.[6] Dewa dianggap menciplak judul novel "Arjuna Mencari Cinta" tanpa konfirmasi dengan si penulis. Meskipun awalnya sempat bersikukuh tidak bersalah, Dewa akhirnya bersedia berdamai dengan mengganti judul lagunya menjadi "Arjuna".

Pada tahun yang sama, Dewa merekam lagu berjudul "Juara Sejati" untuk menjadi theme song resmi Piala Dunia 2002 di Indonesia, yang disiarkan oleh RCTI.[28] Meskipun awalnya bukan untuk tujuan komersil, lagu ini kemudian dirili dalam kompilasi bertajuk NU Rock.[29]

Pada tanggal 1 Juli 2002, Erwin Prasetya kembali dikeluarkan dari Dewa oleh piha manajemen untuk selama-lamanya.[30][31] Ia kemudian digantikan oleh Yuke Sampurna, yang merupakan mantan basist The Groove.[32]
[sunting] 2003–2006: Laskar Cinta hingga Republik Cinta

Dewa menggelar tur bertajuk "Atas Nama Cinta" di 25 kota di Indonesia, yang dibuka dengan konser di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 18 Februari 2003. Dalam tur ini, Dewa juga mengikutsertakan Ari Lasso, mantan vokalis Dewa.[33] Pada awal tahun 2004, Dewa merilis album live dobel Atas Nama Cinta yang merupakan rekaman konser saat tur Atas Nama Cinta, menampilkan lagu-lagu hits Dewa sejak tahun 1992 dalam versi konser. Dewa juga merilis ulang The Best Of Dewa 19 dalam bentuk DVD berisi Kelahiran & Perjalanan Dewa 19 serta 10 video klip, ditambah 1 CD audio dan 1 buku sejarah dan perjalanan Dewa 19. Sejak dirilis di tahun 1999, album The Best of Dewa 19 sendiri telah terjual hampir 1 juta keping.[3]

Pada tahun 2004, Dewa kembali melakukan tur di 30 kota yang disponsori Yamaha bertajuk "Yamaha Dewa Tour 2004 - Selalu Terdepan".[34] Selepas melakukan tur, bertempat di Avenue, Sari Pan Pacific Hotel, Dewa resmi merilis album kedelapannya yang berjudul Laskar Cinta pada tanggal 22 November 2004.[35] Di album ini Dewa menyuguhkan musik rock yang lebih keras serta penggunaan musik sampling.[36] Album ini melejitkan hits berjudul "Pangeran Cinta", "Satu" dan "Cinta Gila". Nama Dewa kemudian dikembalikan lagi menjadi "Dewa 19".

Masalah kembali menimpa Dewa 19, kali ini dengan Front Pembela Islam (FPI) menyangkut sampul album Laskar Cinta yang memuat logo seperti kaligrafi Allah.[37] Perseteruan ini sempat berbuntut pada pelaporan Dewa 19 ke polisi oleh FPI. Setelah saling melempar komentar-komentar panas di media, akhirnya pada tanggal 27 April 2005, Dewa 19 dan pengacaranya Habib Umar Husein SH menggelar jumpa pers, untuk mengumumkan itikad mau merubah logo dalam sampul album "Lakar Cinta".[38] Perubahan logo ini dilakukan oleh Tepan Cobain dari tim kreatif Dewa dengan berkonsultasi pada ahli kaligrafi Al Quran, Didin Sirajuddin AR.[38] Menyangkut perubahan logo, Dewa 19 juga akan akan mencetak ulang cover album Laskar Cinta. Dalam cetak ulang cover album itu, selain ada perubahan logo, juga ada perubahan di gambar personel Dewa yang sebelumnya terlihat memakai tato akan dihilangkan, sesuai saran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).[38]

Sepanjang tahun 2003 hingga 2005, Dewa telah beberapa kali di undang untuk mengadakan konser di kancah internasional. Pada tanggal 13-15 Agustus 2003, Dewa mengadakan 2 buah konser di Jepang, masing-masing di Tokyo dan Nagoya.[39] Pada tahun 2004, Dewa mengadakan konser di Korea Selatan, lalu kemudian ke Amerika Serikat untuk menggelar konser di Boston, Houston, San Fransisco dan Seattle.[40][41] Pada tanggal 7 Mei 2004 Dewa juga mendapat undangan untuk mengadakan konser di Timor Leste dalam rangka Hari Kemerdekaan negara tersebut. Pada tanggal 15 Mei 2004, konser Dewa 19 digelar di Municipal Stadium, Dili dan disambut oleh 50.000 penonton.[42] Angka tersebut merupakan jumlah penonton terbesar Dewa selama manggung di luar negeri. Keesokan harinya, saat hendak kemballi ke Indonesia, personil Dewa didatangi oleh presiden Xanana Gusmao di koridor Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato.[42] Pada Maret 2005, Dewa menggelar konser di kota Sydney dan Melbourne, Australia.[40] Dewa 19 juga mengadakan konser di Singapura seusai menerima penghargaan khas dari Anugerah Planet Muzik 2005 sebagai "The Most Genius Band".[43]

Dewa mulai serius menjajaki pasar internasional dengan ditanda tanganinya kontrak untuk 3 album dengan EMI Music International Hong Kong yang berlaku per 1 Januari 2006.[44][45] Dewa 19 kemudian mengeluarkan album bertajuk Republik Cinta pada awal tahun 2006 dalam 2 versi, yakni untuk pasar Indonesia dan pasar internasional.[44][46] Sebelum merilis album ini, pada tanggal 12 Desember 2005, Dewa dan EMI telah melempar singel berjudul "Laskar Cinta" di 150 radio di Indonesia.[46] "Laskar Cinta" sendiri mengangkat isu terorisme dan kekerasan. terinspirasi oleh perseteruan Dewa dengan FPI beberapa waktu sebelumnya. Tulisan KH Abdurrahman Wahid di The New York Times, koran terkemuka di Amerika Serikat, telah mengantarkan nama Dewa 19 ke negara tersebut.[44] Dewa mendapatkan penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat atas lagu "Warriors of Love" (versi bahasa Inggris "Laskar Cinta") yang dinilai menyerukan perdamaian dan toleransi beragama. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh CEO LibForAll Foundation, Holland Taylor, di New York, Amerika Serikat.[8][9]

Dewa 19 menghabiskan biaya lebih dari setengah milyar untuk menggarap 11 video klip di album ini. Dewa 19 kemudian merilis VCD dan DVD Karaoke dari album Republik Cinta.[47] Dewa juga membuat video klip "I Want to Break Free" untuk keperluan internasional. Video dari lagu milik band legendaris Queen ini juga diputar oleh jaringan Hard Rock Cafe di seluruh dunia, guna memperlebar kesempatan Dewa dikenal dunia.[47][48]

Republik Cinta kembali membuahkan penghargaan di AMI Awards 2006. Dewa 19 berhasil meraih penghargaan "Grup Rock Terbaik" dan "Album Terbaik".[49] Tidak hanya itu, vokalis Dewa, Once juga meraih penghargaan sebagai "Penyanyi Solo Pria Terbaik" melalui proyek solonya. Album Republik Cinta sendiri terjual sebanyak 450 ribu keping selama 3,5 minggu.[50] Pada bulan Maret 2006, album ini juga meraih sertifikat platinum di Malaysia.[50] Pada tahun ini, Dewa juga dinobatkan sebagai "Duta Surabaya" atas kesuksesan dan prestasi mereka sebagai grup musik yang berasal dari Surabaya.[51][52]
[sunting] 2007–sekarang: Kerajaan Cinta

Pada tahun 2007, Dewa merilis album berjudul Kerajaan Cinta. Album ini memuat 2 buah lagu baru yaitu "Dewi" dan "Mati Aku Mati", sementara selebihnya merupakan lagu-lagu di album Republik Cinta dan lagu-lagu lama Dewa yang diremix atau direkam ulang. Lagu "Mati Aku Mati" diangkat untuk menjadi soundtrack film arahan Hanung Bramantyo, Kamulah Satu-Satunya, yang dibintangi oleh Nirina Zubir.[53] Filmnya sendiri bercerita tentang pengorbanan dan kenekatan seorang penggemar fanatik Dewa 19.[54][55] Pada tahun ini, Dewa 19 kembali harus kehilangan salah seorang personelnya, Tyo Nugros. Tyo keluar setelah sebelumnya ia sempat vakum dari kegiatan Dewa akibat menderita sakit pada kakinya yang mengharuskannya tidak bisa main drum untuk jangka waku lama.[56] Posisi drummer kemudian diberikan kepada Agung Yudha.[57][58]

Dewa 19 menggelar konser besar-besaran di lima kota di Malaysia, yaitu: Kota Kinabalu, Kuching, Johor Bahru, Penang dan Kuala Lumpur selama bulan Desember 2007.[59][60] Dewa 19 tampil di Stadion Likas Kota Kinabalu, Sabah pada 15 Desember 2007; Stadium Perpaduan, Kuching, Sarawak pada 16 Desember 2007; Komtar-Geodesic, Pulau Pinang pada 17 Desember 2007 dan Stadion MBJB di Johor Bahru pada 18 Desember 2007. Dewa istirahat selama tiga hari di Kuala Lumpur, baru kemudian melakukan konser di Stadion Negara, Kuala Lumpur.[60][61] Dewa 19 mencetak sejarah musik di Malaysia dimana sebuah grup musik melakukan konser di lima kota besar di Malaysia dalam sebulan.[60] Pada konser ini Dewa 19 menggandeng sejumlah penyanyi papan atas Malaysia di antaranya Ella dan Sheila Majid.[60]

Dewa membuatkan lagu khusus penggemarnya di Malaysia berjudul "Cintaku Tertinggal di Malaysia". Selain itu, Dewa 19 akan menjadi ikon dari Celcom Bhd, salah satu perusahaan telekomunikasi raksasa Malaysia.[59][61]

Pada tahun 2008, Dewa 19 masuk ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa" oleh majalah Rolling Stone. Dewa dinobatkan sebagai salah satu legenda atau ikon terbesar dalam sejarah musik populer Indonesia.[10]

Setelah cukup lama vakum, Dewa merilis singel berjudul "Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia". Singel ini dimuat dalam alum kompilasi The Best Of Republik Cinta Artists Vol. 1. Pengerjaan album kesempuluh Dewa mengalami kesulitan akibat maing-masing personel sibuk dengan karier solonya. Pada tahun 2009, akhirnya album Dewa 19 akan diluncurkan. singel pertamanya "Bukan Cinta Manusia Biasa" ciptaan Bebi Romeo.
[sunting] Proyek sampingan

* Pada tahun 2007, Ahmad Dhani mulai mengembangkan manajemen Dewa 19 menjadi Republik Cinta Management. Dhani kemudian juga membentuk grup musik The Rock dan menjadi vokalisnya.
* Andra Ramadhan membentuk grup band Andra & The Backbone dengan album pertamanya di tahun 2007.[62]
* Elfonda Mekel mengembangkan kariernya sebagai penyanyi solo dengan merekam singel untuk soundtrack film Dealova di tahun 2005, kemudian disusul singel "Ku Cinta Kau Apa Adanya" di tahun 2007.
* Pada tahun 2009, Yuke Sampurna menyusul rekan-rekannya dengan membentuk grup band Number One dan The

..kissing is good for us


1. Berciuman dapat meningkatkan kekebalan. Sebuah penelitian baru-baru ini mengatakan, ciuman bisa meningkatkan kekebalan seorang wanita dari sitomegalovirus. Kontak melalui mulut ke mulut, biasanya membawa penyakit. Namun pada orang dewasa, berciuman relatif tidak berbahaya. Berciuman telah lama dianggap sebagai cara untuk menyampaikan penyakit dan demikian dapat memperkuat pertahanan tubuh.

2. Berciuman dapat membantu Anda memilih pasangan yang terbaik. Seorang Antropolog, Helen Fisher menggambarkan, berciuman sebagai "alat penilaian pada pasangan." Sebagian besar ciuman bertujuan untuk mendapatkan sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Dari 12 saraf tengkorak, lima di antaranya adalah berada di sekitar mulut. Hal ini berguna untuk mengetahui dari hal yang rumit, bau, sentuhan, dan suhu. Ketika Anda mencium seseorang, Anda dapat merasakannya, apa yang Anda inginkan dan apa yang dapat Anda berikan.

3. Berciuman dapat membakar kalori, seperti membakar setengah gelas anggur. Efeknya pada setiap orang berbeda, biasanya bisa membakar dua hingga enam kalori per menit.

4. Berciuman membuat otot-otot wajah menjadi kuat. Jangan remehkan olahraga pada mulut Anda. Para peneliti mengatakan, ketika Anda berciuman, sebanyak 30 otot berkontraksi. Berciuman dapat membuat pipi Anda kencang.

5. Berciuman secara alami akan membuat Anda lebih santai. Penelitian ilmiah mengatakan, mencium dapat meningkatkan tingkat oksitosin, yaitu menenangkan reaksi alami tubuh dan juga dapat meningkat endorfin, tubuh berekasi dengan baik. Meludah juga bisa meningkatkan dopamin, yang membantu dalam menambahkan perasaan romantis

Pengikut