Blanco nama pemuda kecil itu. Tinggi badannya rata-rata anak Indonesia yang tengah berumur 12 tahun. Dia hidup bersama pamannya di sebuah kota. Keduanya adalah pekerja keras. Tuntutan hidup telah membuat mereka tak melewatkan kesempatan yang teramat bagus agar mereka bisa terus bertahan hidup. Blanco bukanlah anak dari kalangan orang berada. Kedua orang tuanya telah lama meninggal dunia di saat dia masih berumur tujuh tahun. Tiap hari ia harus berjuang keras agar terus mampu melanjutkan sekolah, sebab pamannya telah menekankan betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan Blanco kelak meski sang paman sendiri tak pernah mengenyam bangku sekolah.
Selepas pulang sekolah, Blanco kerap menjadi loper koran, sedangkan pamannya menjadi buruh pada pabrik kayu dengan penghasilan yang terbilang tidaklah seberapa. Namun, keduanya merasa bahagia. Bahkan, walaupun lelaki, Blanco sangat pandai memasak. Sang paman memanfaatkan lahan yang tidak begitu luas di samping rumahnya untuk menanam sayuran dan bumbu dapur lainnya.
Dari pekerjaannya sebagai loper koran, Blanco mendapatkan banyak informasi sebab ia selalu mencuri-curi kesempatan untuk terus mengikuti berita hangat di negeri ini melalui koran yang dibagikan khusus kepada dirinya oleh sang pemilik agen. Pak Tomy, pemilik agen, sangatlah terkesan dengan Blanco karena pemuda kecil ini sangat rajin, jujur, dan tidak pernah sedikitpun mengeluh. Bahkan beliau senantiasa memuji Blanco karena anak yang satu ini tergolong cerdas. Oleh karena itu, Pak Tomy selalu menghadiahkan satu koran di samping ‘gaji’ untuknya.
“Bapak lihat kamu sangat rajin, jujur, dan tak pernah mengeluh. Ambillah satu koran agar kamu senantiasa memperoleh informasi ter up-to-date”, kata Pak Tomy dengan penuh kelembutan.
“Terima kasih, Pak. Semoga Allah senantiasa membalas budi baik Bapak,” sahut Blanco.
Suatu hari, sambil menjajakan korannya, Blanco sempat membaca berita bahwa ada sekelompok warga tinggal di bawah naungan sampah yang begitu menggunung. Entah berapa meter tingginya. Ketika hendak direlokasi, warga menolak dengan alasan hanya di situlah mereka bisa mengais rezeki. Tak berselang beberapa hari dari tawaran itu, terjadi bencana yang benar-benar membuat warga tersebut kehilangan kerabat dan rumah-rumah reyot mereka. Bukit sampah longsor dan menimbun rumah-rumah warga di pagi buta tatkala semua orang masih terlelap dalam mimpi. Blanco terhenyak sesaat, kemudian menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Dia merasa sangat prihatin dengan keadaan mereka.
“Sampah ternyata telah membawa malapetaka. Seandainya saja mereka sedikit sadar kalau sampah, terutama plastik, akan sangat merugikan, tentu mereka tidak akan bertindak sebodoh ini ketika ditawari akan direlokasi”, gumamnya.
Setelah kejadian itu, di sela-sela kegiatan sekolah dan loper koran, Blanco memutar otak bagaimana caranya agar warga sekitar sadar akan bahaya sampah. Dia mulai menyisihkan sebagian kecil hasil kerja kerasnya untuk menggunakan jasa internet yang hanya dua ribu rupiah di warnet seberang sekolahnya. Dia menggali informasi dari sana tentang berbagai hal yang bisa dilakukan guna meminimalisasi kuantitas sampah atau limbah. Setelah Blanco mendapatkan beberapa banyak, dia mencoba mempraktikkan, di antaranya melalui kerajinan tangan. Ia mengajak pamannya juga dalam menyalurkan gagasan-gagasan kreatifnya tersebut. Sang paman pun tak keberatan. Bahkan beliau rela membawakan potongan-potongan kayu yang sudah dianggap limbah. Tentu saja dengan seijin sang pemilik pabrik. Di samping kayu, Blanco juga mengumpulkan plastik-plastik bungkus makanan ringan yang masih cukup bagus, botol minuman, bungkus permen, dan lain-lain. Ada juga kaleng-kaleng minuman bersoda, kertas karton tempat coklat, lem, obat nyamuk, roti, make up…begitu bejibun. Dia mulai merangkainya dalam ide-ide yang sangat cemerlang. Alhasil, terciptalah vas bunga, lampion, tempat alat tulis, kartu ucapan selamat, botol pasir warna, frame foto, dan masih banyak lagi kreasi yang ditelorkan oleh dua orang ini. Semua benda bekas tersebut disulap menjadi barang dengan daya guna baru.
Kemudian Blanco mengunjungi Pak Tomy dan menjelaskan ide yang diperolehnya. Ternyata Pak Tomy yang kaya-raya dan baik ini sangat mendukung gagasan Blanco. Bahkan beliau memberikan bantuan materi kepada Blanco untuk mengembangkan kegiatannya tersebut. Blanco sangat berterima kasih kepada Allah yang telah mempertemukannya dengan orang sebaik Pak Tomy.
Pada akhirnya, ide Blanco yang sangat brilian ini berkembang menjadi sebuah bisnis yang bisa menghidupi dirinya dan sang paman. Bahkan ia mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan pada lingkup sekolah terfavorit di kotanya. Kini Blanco bukan loper koran lagi yang mengenakan pakaian lusuh. Namun, ia tidak lupa akan orang-orang di sekitarnya. Dia merangkul anak-anak putus sekolah dan kehilangan pekerjaan untuk turut serta bergabung dalam misinya menyelamatkan bumi dari sampah. Ia pun sering dipanggil di berbagai instansi untuk mengisi sesi kewirausahaan. Dia sangat senang menjalani profesi barunya, bukan semata-mata hal tersebut bisa mendatangkan keuntungan finansial berlipat, tetapi lebih dari itu. Ia merasa bahwa dirinya hidup di era yang menuntut ia untuk mampu membuat udara di Indonesia tak berkurang kesejukannya hanya karena limbah yang bertebaran di seantero negeri. Paling tidak, apa yang dilakukan dia kini adalah sebagai darma baktinya pada Indonesia. “Save our earth!” Demikianlah yang sering digemborkannya.
Rembang, Thursday, May 06, 2010 [10.00 pm]
Jumat, 07 Mei 2010
Kamis, 08 April 2010
MALIN KUNDANG
Once upon a time, a family lived in Sumatera coastal area. The family had a son named Malin Kundang. Since their life condition was very awful, and then Malin’s dad decided to go to another country.
There was a big hope for Malin and his mother that one day his dad [and her husband] would come back home bringing a large amount of money which they hoped it would be enough for buying their daily needs.
After Malin Kundang had come of age, he thought of how to make a living [earn money] in a foreign country. He hoped, after coming back home, he would be a very rich man. He eventually joined sailing with a successful trading ship’s captain of his hometown.
During his days in the ship, Malin Kundang learned many things dealing with nautical from all experienced hands aboard [experienced crews]. He learned them so hard that he was very skillful in this field.
He had been visiting many islands. On one day, the ship he was sailing with was unexpectedly attacked by pirates. They robbed all trading things inside the ship. Almost all hands aboard and the people joined this sailing were murdered. Luckily, Malin Kundang was not killed by the pirates, as when this took place, he hided in a small room that was put out of sight by a timber.
Malin Kundang was floated in the middle of the sea until the ship he rode in went aground [casted ashore/dumped off at] a coastal area. With his remaining energy, he walked, heading for the nearest village. Reaching the village, Malin Kundang was helped by its people after he told them about what happened to him. The village where he was dumped off at was very fertile. By his perseverance and tenacity in working, he successfully achieved his dream to be a very rich man. He had lots of trading ships and their all hands aboard in abundance, more than 100 persons. Getting very rich, Malin Kundang afterward married a girl.
After several years of marriage, Malin and his wife sailed with his huge and gorgeous ship accompanied by his all hands aboard and many guards. Malin Kundang’s mother that was waiting for her son every single day saw the big and beautiful ship entering the seaport. She saw two people standing at the deck. She really knew for sure that they were Malin Kundang and his wife.
Malin Kundang then got off his ship. He was welcomed by his mother. The closer she walked forward, the clearer she saw many wounds on his right arm. She was really sure that the man she approached was Malin Kundang. “Malin Kundang, my son, why have you been away for so long without notifying me?” said his mother by hugging Malin Kundang. But, he immediately released himself from her hug and pushed her away. His mother fell down. Suddenly, he spoke in a rude way,”Who are you? I don’t know who you are! Don’t say that you are my mother!” He yelled at her. Malin Kundang acted as if he was not acquainted with his mom, because he was very embarrassed to have such an old mother that wore ragged clothes. “That woman is your mother?”, asked his wife. “No! She is only a beggar that pretended to be my mom so that she will get much money from me”, replied Malin Kundang. Hearing his statement and being treated impulsively/rashly/capriciously/arbitrarily/in a high handed and unfair fashion, his mother was very furious. She never fathomed that his son would be such a faithless son. Because of her fury, his mother gazed upward and lifted her palms of her hands and said, “Oh, God, if he is truly my son, I curse him to be a rock”. Not long afterward, the wind blew very hard and thundered. Sudden storm came smashing and destroying his ship. Malin Kundang’s body gradually became stiff and sooner or later he turned to be a rock.
Rembang, 5th of April, 2010
There was a big hope for Malin and his mother that one day his dad [and her husband] would come back home bringing a large amount of money which they hoped it would be enough for buying their daily needs.
After Malin Kundang had come of age, he thought of how to make a living [earn money] in a foreign country. He hoped, after coming back home, he would be a very rich man. He eventually joined sailing with a successful trading ship’s captain of his hometown.
During his days in the ship, Malin Kundang learned many things dealing with nautical from all experienced hands aboard [experienced crews]. He learned them so hard that he was very skillful in this field.
He had been visiting many islands. On one day, the ship he was sailing with was unexpectedly attacked by pirates. They robbed all trading things inside the ship. Almost all hands aboard and the people joined this sailing were murdered. Luckily, Malin Kundang was not killed by the pirates, as when this took place, he hided in a small room that was put out of sight by a timber.
Malin Kundang was floated in the middle of the sea until the ship he rode in went aground [casted ashore/dumped off at] a coastal area. With his remaining energy, he walked, heading for the nearest village. Reaching the village, Malin Kundang was helped by its people after he told them about what happened to him. The village where he was dumped off at was very fertile. By his perseverance and tenacity in working, he successfully achieved his dream to be a very rich man. He had lots of trading ships and their all hands aboard in abundance, more than 100 persons. Getting very rich, Malin Kundang afterward married a girl.
After several years of marriage, Malin and his wife sailed with his huge and gorgeous ship accompanied by his all hands aboard and many guards. Malin Kundang’s mother that was waiting for her son every single day saw the big and beautiful ship entering the seaport. She saw two people standing at the deck. She really knew for sure that they were Malin Kundang and his wife.
Malin Kundang then got off his ship. He was welcomed by his mother. The closer she walked forward, the clearer she saw many wounds on his right arm. She was really sure that the man she approached was Malin Kundang. “Malin Kundang, my son, why have you been away for so long without notifying me?” said his mother by hugging Malin Kundang. But, he immediately released himself from her hug and pushed her away. His mother fell down. Suddenly, he spoke in a rude way,”Who are you? I don’t know who you are! Don’t say that you are my mother!” He yelled at her. Malin Kundang acted as if he was not acquainted with his mom, because he was very embarrassed to have such an old mother that wore ragged clothes. “That woman is your mother?”, asked his wife. “No! She is only a beggar that pretended to be my mom so that she will get much money from me”, replied Malin Kundang. Hearing his statement and being treated impulsively/rashly/capriciously/arbitrarily/in a high handed and unfair fashion, his mother was very furious. She never fathomed that his son would be such a faithless son. Because of her fury, his mother gazed upward and lifted her palms of her hands and said, “Oh, God, if he is truly my son, I curse him to be a rock”. Not long afterward, the wind blew very hard and thundered. Sudden storm came smashing and destroying his ship. Malin Kundang’s body gradually became stiff and sooner or later he turned to be a rock.
Rembang, 5th of April, 2010
KEONG EMAS [THE GOLDEN SNAIL]
In Daha Palace, there were two beautiful princesses, named Candra Kirana and Dewi Galuh. Both of them lived happily and belonged to a well-to-do [prosperous] king family.
One day, a very handsome prince coming from Kahuripan Palace, named Raden Inu Kertapati, had been visiting Daha Palace. His purpose of coming to Daha Palace was to ask for Candra Kirana in marriage. He was warmly welcomed by Emperor Kertamerta [Raja Kertamerta], and after some time, Candra Kirana was betrothed/affianced/engaged by Raden Inu Kertapati.
This engagement, in fact, made Dewi Galuh envious because she felt that Raden Inu Kertapati [matched an] was suitable for her. For that reason, Dewi Galuh went to an old sorceress. She asked the sorceress to practice her black magic on Candra Kirana to be a girl that was very disgusting and expelled [exiled/droven away/casted out of] from Raden Inu. The sorceress agreed with her request. She practiced her black magic on Candra Kirana to be a golden snail [keong emas], then she throwed it away on a river.
One day, a very old woman searched for fish by net, and the golden snail was picked up in her net. She brought it home and placed it in a large water jar. On the next day, again, the woman searched for fish in a river, but she got no fish at all. Then, she decided to go back home. Reaching at home, she was very surprised finding some kinds of delicious meal on the dinner table. She asked for herself,”Who has cooked such delicious meals?”.
This happened as well on the next days. She then peeped at what actually happened when she was going to find fish. She pretended to go to the river as usual, then she went to the rear side of her house to peep at inside. After several minutes, she was very surprised as the golden snail inside the large water jar changed to be a very beautiful girl. The girl then cooked and served the meals on the table. Because the old lady was very anxious and curious, she made herself brave to address the beautiful girl. “Who are you, the beautiful young lady, and where are you from?” asked the very old lady. “I am the Princess of Daha Palace. My sibling is envious of me and she asked a sorceress to practice her black magic on me”, said the golden snail. After answering the old lady’s questions, Candra Kirana turned to be a Golden Snail, and the old lady was surprised all over again.
On the other side, Raden Inu Kertapati endeavoured to seek out Candra Kirana who had disappeared for a long time. He disguised as a common people. The sorceress finally knew and changed herself to be a crow to bring misfortune on [bring about the downfall of] Raden Inu Kertapati. He was very surprised as he came across a crow speaking and knowing his purpose. He considered that the crown had a divine power. The bird deceived by perverting [leading astray/depraving] him. On the way, he met a very old man that was very starving. Raden passed him something to eat. The very old man was in fact a kind-hearted person who had a divine power. He helped Inu from the wicked crow.
The man hit the crow by a pole, and it turned to be smog. Then, the man notified Raden Inu where Chandra Kirana was. He asked Raden Inu to go to Dadapan Village. After walking for days, Raden Inu reached the Dadapan Village. He saw and approached an old house. He asked for some water as his supply was gone. In this house, he was very surprised, because in the back of the window, he saw Candra Kirana cooking. At last, the black magic which the sorceress practiced on Raden Inu was gone due to this reunion. Raden Inu picked his fiancée and the very old lady who had been taking care of her up to Daha Palace. Arriving at the palace, Candra Kirana told Raja Kertamerta about what Dewi Galuh had done.
The king made an apology to Candra Kirana. On the other hand, Dewi Galuh got punished. Since she was very scared, she ran away to the wood. Candra Kirana and Raden Inu got married in a very marvelous wedding party. They lived blissfully for good.
Rembang, April 6, 2010
By Nanik
One day, a very handsome prince coming from Kahuripan Palace, named Raden Inu Kertapati, had been visiting Daha Palace. His purpose of coming to Daha Palace was to ask for Candra Kirana in marriage. He was warmly welcomed by Emperor Kertamerta [Raja Kertamerta], and after some time, Candra Kirana was betrothed/affianced/engaged by Raden Inu Kertapati.
This engagement, in fact, made Dewi Galuh envious because she felt that Raden Inu Kertapati [matched an] was suitable for her. For that reason, Dewi Galuh went to an old sorceress. She asked the sorceress to practice her black magic on Candra Kirana to be a girl that was very disgusting and expelled [exiled/droven away/casted out of] from Raden Inu. The sorceress agreed with her request. She practiced her black magic on Candra Kirana to be a golden snail [keong emas], then she throwed it away on a river.
One day, a very old woman searched for fish by net, and the golden snail was picked up in her net. She brought it home and placed it in a large water jar. On the next day, again, the woman searched for fish in a river, but she got no fish at all. Then, she decided to go back home. Reaching at home, she was very surprised finding some kinds of delicious meal on the dinner table. She asked for herself,”Who has cooked such delicious meals?”.
This happened as well on the next days. She then peeped at what actually happened when she was going to find fish. She pretended to go to the river as usual, then she went to the rear side of her house to peep at inside. After several minutes, she was very surprised as the golden snail inside the large water jar changed to be a very beautiful girl. The girl then cooked and served the meals on the table. Because the old lady was very anxious and curious, she made herself brave to address the beautiful girl. “Who are you, the beautiful young lady, and where are you from?” asked the very old lady. “I am the Princess of Daha Palace. My sibling is envious of me and she asked a sorceress to practice her black magic on me”, said the golden snail. After answering the old lady’s questions, Candra Kirana turned to be a Golden Snail, and the old lady was surprised all over again.
On the other side, Raden Inu Kertapati endeavoured to seek out Candra Kirana who had disappeared for a long time. He disguised as a common people. The sorceress finally knew and changed herself to be a crow to bring misfortune on [bring about the downfall of] Raden Inu Kertapati. He was very surprised as he came across a crow speaking and knowing his purpose. He considered that the crown had a divine power. The bird deceived by perverting [leading astray/depraving] him. On the way, he met a very old man that was very starving. Raden passed him something to eat. The very old man was in fact a kind-hearted person who had a divine power. He helped Inu from the wicked crow.
The man hit the crow by a pole, and it turned to be smog. Then, the man notified Raden Inu where Chandra Kirana was. He asked Raden Inu to go to Dadapan Village. After walking for days, Raden Inu reached the Dadapan Village. He saw and approached an old house. He asked for some water as his supply was gone. In this house, he was very surprised, because in the back of the window, he saw Candra Kirana cooking. At last, the black magic which the sorceress practiced on Raden Inu was gone due to this reunion. Raden Inu picked his fiancée and the very old lady who had been taking care of her up to Daha Palace. Arriving at the palace, Candra Kirana told Raja Kertamerta about what Dewi Galuh had done.
The king made an apology to Candra Kirana. On the other hand, Dewi Galuh got punished. Since she was very scared, she ran away to the wood. Candra Kirana and Raden Inu got married in a very marvelous wedding party. They lived blissfully for good.
Rembang, April 6, 2010
By Nanik
Jumat, 12 Maret 2010
ATMOSFER
Setiap kali Anda bernafas, Anda menghirup atmosfer Bumi. Anda tak bisa melihat, mencium, atau merasakan asmosfer Bumi. Atmosfer adalah udara di sekitar Anda. Planet-planet lain juga memiliki atmosfer. Atmosfer merupakan sebuah selimut gas yang melingkupi sebuah planet atau objek lainnya di luar angkasa.
ATMOSFER BUMI ADALAH UDARA
Atmosfer Bumi terbuat dari campuran gas yang disebut udara. Udara mengandung lebih banyak nitrogen daripada gas lainnya. Nitrogen mendominasi 78 persen dari udara yang ada. Oksigen yang paling penting bagi kehidupan kita, berjumlah 21 persen. Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki oksigen dalam jumlah sangat besar di dalam atmosfernya. Uap air dan gas-gas lainnya juga ada dalam jumlah kecil di dalam atmosfer Bumi.
Gaya gravitasi menjaga atmosfer agar berada pada tempatnya. Tanpa gaya gravitasi, udara di dalam atmosfer akan mengambang/melayang di ruang angkasa. Gravitasi merupakan gaya yang juga menjaga agar kita tidak mengambang atau melayang jauh dari permukaan Bumi.
TEKANAN ATMOSFER
Tekanan atmosfer tergantung pada seberapa banyak gas yang ada di dalam atmosfer. Semakin tinggi Anda berada, maka udara akan semakin berkurang dan semakin rendah tekanan atmosfer yang didapatkan. Atmosfer adalah yang terberat dan tekanan atmosfer terbesar akan mendekati Bumi.
Perbedaan temperatur udara yang mendekati Bumi menciptakan area tekanan tinggi dan rendah. Udara yang hangat bersifat ringan dan akan naik ke atas. Hal ini akan menciptakan area bertekanan rendah. Udara yang dingin bersifat berat dan akan turun. Hal ini akan menciptakan area bertekanan tinggi.
CUACA DAN ATMOSFER
Udara di dalam atmosfer senantiasa bergerak dan berpindah. Anda bisa merasakan udara ‘menampar’ wajah. Anda bisa melihat udara menyebarkan dedaunan musim gugur serta membuat cabang-cabang pohon bergoyang. Udara yang bergerak disebut angin. Angin bertiup di mana wilayah yang bertekanan tinggi dan rendah bertemu. Ketika udara hangat bergerak ke atas, udara dingin akan mengisi ruang kosong yang ditinggalkan udara hangat tersebut.
Area-area luas dengan tekanan atmosfer tinggi dan rendah bisa menimbulkan badai. Badai yang diiringi dengan guntur, kilat, dan hujan deras seringkali terjadi apabila wilayah-wilayah yang luas dengan tekanan tinggi dan rendah saling bertemu. Awan hitam tebal dan besar akan terbentuk di tempat-tempat seperti ini.
Uap air di dalam atmosfer akan membentuk awan. Uap air itu berupa gas. Apabila gas tersebut berubah jadi dingin, maka ia akan berubah menjadi cair (air). Air tersebut jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan atau salju.
LAPISAN UDARA
Atmosfer bumi luasnya antara 6.000 mil (9.600 kilometer) di atas permukaan Bumi, tempat kita tinggal. Anda bisa bayangkan bahwa atmosfer mempunyai beberapa lapisan. Hampir semua cuaca yang kita alami berasal dari angin, perubahan suhu, dan uap air pada lapisan yang paling dekat dengan permukaan Bumi. Lapisan ini disebut troposfer. Kebanyakan awan yang kita lihat di langit mengambang di dalam lapisan troposfor.
Stratosfer merupakan lapisan di atas troposfer. Pesawat jet terbang pada lapisan stratosfer karena ada beberapa awan yang sangat tinggi dan penerbangan ini biasanya tidak sulit. Lapisan ozon Bumi berada di dalam stratosfer. Lapisan ozon ini menyerap sinar-sinar yang berbahaya dari Matahari, sebab sinar-sinar tersebut bisa menghancurkan kehidupan apabila mengenai permukaan bumi.
Asmosfer semakin menipis pada lapisan-lapisan atas berikutnya, mesosfer dan termosfer. Lapisan paling atas dari atmosfer bumi adalah eksosfer. Atmosfer berakhir di sini, sekitar 6.000 mil (9.600 kilometer) di atas permukaan Bumi. Udara yang tipis di sini secara gradual bercampur dengan luar angkasa.
ATMOSFER DI PLANET-PLANET LAINNYA
Setiap planet dengan gas yang menyelimutinya akan memiliki sebuah atmosfer. Merkurius, planet terdekat dari Matahari, hampir tidak memiliki atmosfer. Pluto, planet terjauh dari Matahari, sangat dingin sehingga terkadang amosfernya membeku. Gas-gas di atmosfer Pluto berubah menjadi es.
Ada kumpulan awan yang berwarna-warni di dalam atmosfer planet. Gas metana membuat atmosfer Neptunus dan Uranus terlihat halus dan biru. Jupiter memiliki badai yang berputar-putar di dalam atmosfernya yang disebut Great Red Spot (Titik Merah Besar) seperti badai raksasa.
Atmosfer Bumi
Atmosfer Bumi terdiri dari berbagai lapisan. Troposfer merupakan lapisan yang paling dekat dengan Bumi. Lapisan ini merupakan tempat terciptanya cuaca. Eksosfer merupakan lapisan terluar atmosfer. Banyak satelit yang melakukan orbit terhadap Bumi pada lapisan ini.
Mengecek Lapisan Ozon
Lapisan ozon merupakan bagian penting dari atmosfer. Lapisan ini membantu melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi sinar Matahari yang sangat berbahaya. Di sini, para ilmuwan meluncurkan sebuah balon yang digunakan untuk mempelajari lapisan ozon.
Badai yang Diiringi dengan Kilat, Guntur, serta Hujan Deras
Badai ini merupakan hujan badai yang sangat hebat yang bisa mengeluarkan guntur, kilat, dan kadang-kadang butiran es.
Awan
Pelangi muncul dari bawah awan hitam tebal yang bisa memproduksi kilat dan guntur di tengah-tengah badai.
Sumber: Ms Encarta 2006
ATMOSFER BUMI ADALAH UDARA
Atmosfer Bumi terbuat dari campuran gas yang disebut udara. Udara mengandung lebih banyak nitrogen daripada gas lainnya. Nitrogen mendominasi 78 persen dari udara yang ada. Oksigen yang paling penting bagi kehidupan kita, berjumlah 21 persen. Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki oksigen dalam jumlah sangat besar di dalam atmosfernya. Uap air dan gas-gas lainnya juga ada dalam jumlah kecil di dalam atmosfer Bumi.
Gaya gravitasi menjaga atmosfer agar berada pada tempatnya. Tanpa gaya gravitasi, udara di dalam atmosfer akan mengambang/melayang di ruang angkasa. Gravitasi merupakan gaya yang juga menjaga agar kita tidak mengambang atau melayang jauh dari permukaan Bumi.
TEKANAN ATMOSFER
Tekanan atmosfer tergantung pada seberapa banyak gas yang ada di dalam atmosfer. Semakin tinggi Anda berada, maka udara akan semakin berkurang dan semakin rendah tekanan atmosfer yang didapatkan. Atmosfer adalah yang terberat dan tekanan atmosfer terbesar akan mendekati Bumi.
Perbedaan temperatur udara yang mendekati Bumi menciptakan area tekanan tinggi dan rendah. Udara yang hangat bersifat ringan dan akan naik ke atas. Hal ini akan menciptakan area bertekanan rendah. Udara yang dingin bersifat berat dan akan turun. Hal ini akan menciptakan area bertekanan tinggi.
CUACA DAN ATMOSFER
Udara di dalam atmosfer senantiasa bergerak dan berpindah. Anda bisa merasakan udara ‘menampar’ wajah. Anda bisa melihat udara menyebarkan dedaunan musim gugur serta membuat cabang-cabang pohon bergoyang. Udara yang bergerak disebut angin. Angin bertiup di mana wilayah yang bertekanan tinggi dan rendah bertemu. Ketika udara hangat bergerak ke atas, udara dingin akan mengisi ruang kosong yang ditinggalkan udara hangat tersebut.
Area-area luas dengan tekanan atmosfer tinggi dan rendah bisa menimbulkan badai. Badai yang diiringi dengan guntur, kilat, dan hujan deras seringkali terjadi apabila wilayah-wilayah yang luas dengan tekanan tinggi dan rendah saling bertemu. Awan hitam tebal dan besar akan terbentuk di tempat-tempat seperti ini.
Uap air di dalam atmosfer akan membentuk awan. Uap air itu berupa gas. Apabila gas tersebut berubah jadi dingin, maka ia akan berubah menjadi cair (air). Air tersebut jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan atau salju.
LAPISAN UDARA
Atmosfer bumi luasnya antara 6.000 mil (9.600 kilometer) di atas permukaan Bumi, tempat kita tinggal. Anda bisa bayangkan bahwa atmosfer mempunyai beberapa lapisan. Hampir semua cuaca yang kita alami berasal dari angin, perubahan suhu, dan uap air pada lapisan yang paling dekat dengan permukaan Bumi. Lapisan ini disebut troposfer. Kebanyakan awan yang kita lihat di langit mengambang di dalam lapisan troposfor.
Stratosfer merupakan lapisan di atas troposfer. Pesawat jet terbang pada lapisan stratosfer karena ada beberapa awan yang sangat tinggi dan penerbangan ini biasanya tidak sulit. Lapisan ozon Bumi berada di dalam stratosfer. Lapisan ozon ini menyerap sinar-sinar yang berbahaya dari Matahari, sebab sinar-sinar tersebut bisa menghancurkan kehidupan apabila mengenai permukaan bumi.
Asmosfer semakin menipis pada lapisan-lapisan atas berikutnya, mesosfer dan termosfer. Lapisan paling atas dari atmosfer bumi adalah eksosfer. Atmosfer berakhir di sini, sekitar 6.000 mil (9.600 kilometer) di atas permukaan Bumi. Udara yang tipis di sini secara gradual bercampur dengan luar angkasa.
ATMOSFER DI PLANET-PLANET LAINNYA
Setiap planet dengan gas yang menyelimutinya akan memiliki sebuah atmosfer. Merkurius, planet terdekat dari Matahari, hampir tidak memiliki atmosfer. Pluto, planet terjauh dari Matahari, sangat dingin sehingga terkadang amosfernya membeku. Gas-gas di atmosfer Pluto berubah menjadi es.
Ada kumpulan awan yang berwarna-warni di dalam atmosfer planet. Gas metana membuat atmosfer Neptunus dan Uranus terlihat halus dan biru. Jupiter memiliki badai yang berputar-putar di dalam atmosfernya yang disebut Great Red Spot (Titik Merah Besar) seperti badai raksasa.
Atmosfer Bumi
Atmosfer Bumi terdiri dari berbagai lapisan. Troposfer merupakan lapisan yang paling dekat dengan Bumi. Lapisan ini merupakan tempat terciptanya cuaca. Eksosfer merupakan lapisan terluar atmosfer. Banyak satelit yang melakukan orbit terhadap Bumi pada lapisan ini.
Mengecek Lapisan Ozon
Lapisan ozon merupakan bagian penting dari atmosfer. Lapisan ini membantu melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi sinar Matahari yang sangat berbahaya. Di sini, para ilmuwan meluncurkan sebuah balon yang digunakan untuk mempelajari lapisan ozon.
Badai yang Diiringi dengan Kilat, Guntur, serta Hujan Deras
Badai ini merupakan hujan badai yang sangat hebat yang bisa mengeluarkan guntur, kilat, dan kadang-kadang butiran es.
Awan
Pelangi muncul dari bawah awan hitam tebal yang bisa memproduksi kilat dan guntur di tengah-tengah badai.
Sumber: Ms Encarta 2006
Let There be Peace…
Let there be peace on earth, on and on
Let there be love inside the town
Let the butterflies go up and down
With the dandelion blooming around
Wipe away the children’s tear
Wash away those years that were full of hatred and blood
Stare at your window
You will see the wind blowing through the pines
And the sun shining brightly
Make sure that you will kiss away their pain
Help them put on their shoes
Comb their tangled hair
Give them your shelter when they are cold
Don’t let them leave home and go away under the sound of gun
Save their life
And rescue their future
Let there be peace in the universe, my savior!!
Semarang, Sunday, September 09, 2007
Let there be love inside the town
Let the butterflies go up and down
With the dandelion blooming around
Wipe away the children’s tear
Wash away those years that were full of hatred and blood
Stare at your window
You will see the wind blowing through the pines
And the sun shining brightly
Make sure that you will kiss away their pain
Help them put on their shoes
Comb their tangled hair
Give them your shelter when they are cold
Don’t let them leave home and go away under the sound of gun
Save their life
And rescue their future
Let there be peace in the universe, my savior!!
Semarang, Sunday, September 09, 2007
Rabu, 10 Maret 2010
Kesombonganmu Akan Segera Lekang Bila ... ^_^
Kesombongan hanya akan menjadi sarang penyakit bagi jiwamu. Dia akan terus bersemayam dan menggelora, tumbuh subur dan berakar kokoh laksana pohon-pohon besar di hutan, bak sel-sel kanker yang terus merajalela.
Kesombongan hanya akan menjadikan kalian seperti katak dalam tempurung, karena kalian hanya mengakui bahwa kalian sendiri lah yang paling wah dan serba bisa tanpa mau menerima kritik dan saran dari makhluk lain.
Kesombongan akan membuat dirimu sangat rendah di hadapan Sang Pencipta, karena Dia amat membenci perbuatanmu.
Kesombonganmu akan segera lekang bila kau basuh dia dengan bersimpuh di hadapNya, rendah hati, peduli dengan orang lain tanpa mengharap imbalan apapun, karena hanya Dia yang berhak atas hidupmu.
Nnk ^_^
Kesombongan hanya akan menjadikan kalian seperti katak dalam tempurung, karena kalian hanya mengakui bahwa kalian sendiri lah yang paling wah dan serba bisa tanpa mau menerima kritik dan saran dari makhluk lain.
Kesombongan akan membuat dirimu sangat rendah di hadapan Sang Pencipta, karena Dia amat membenci perbuatanmu.
Kesombonganmu akan segera lekang bila kau basuh dia dengan bersimpuh di hadapNya, rendah hati, peduli dengan orang lain tanpa mengharap imbalan apapun, karena hanya Dia yang berhak atas hidupmu.
Nnk ^_^
Selasa, 09 Maret 2010
Jadikan Tidur Kita Berkualitas
a. Secara rutin tidur dan bangun pada waktu dan interval yang sama setiap harinya. Usahakan kita bisa menikmati tidur kita dengan nyenyak selama kurang lebih 8 jam. Pasti saat bangun akan terasa segar.
b. Usahakan tidak melakukan setting alarm. Gangguan suara secara mendadak akan memaksa jantung bekerja lebih keras. Oleh sebab itu, disiplin tidur seperti tertera di atas amat penting.
c. Tatalah kamar tidur senyaman mungkin, mulai dari cat dinding [jangan terlalu cerah, tetapi tetap segar dipandang], aroma [yah, macam masakan aje..:-p], view, penerangan, barang-barang yang ada dalam kamar...
Jangan lupa gantilah kasur yang uda mulai 'butut' jika dipakai [menurun fungsinya, mengalami degradasi kenyamanan yang sangat parah, anythin' else?? ^_^].
d. Sebelum tidur, jangan minum kopi [4 - 6 jam sebelum tidur] karena kandungan kafein bisa menstimulasi otak untuk berpikir. Waduh, ga tidur-tidur doung...matanya pecicilan mpe pagi...^^
e. Lakukan stretching, lari atau jogging malam, sebab aktivitas tersebut cenderung melemaskan sendi dan otot, sehingga membuat tubuh kita santai dan tidur bisa pulas.
Any ideas & criticisms? Silahkan tambah di box untuk comment. SANKYU!!
Nnk
b. Usahakan tidak melakukan setting alarm. Gangguan suara secara mendadak akan memaksa jantung bekerja lebih keras. Oleh sebab itu, disiplin tidur seperti tertera di atas amat penting.
c. Tatalah kamar tidur senyaman mungkin, mulai dari cat dinding [jangan terlalu cerah, tetapi tetap segar dipandang], aroma [yah, macam masakan aje..:-p], view, penerangan, barang-barang yang ada dalam kamar...
Jangan lupa gantilah kasur yang uda mulai 'butut' jika dipakai [menurun fungsinya, mengalami degradasi kenyamanan yang sangat parah, anythin' else?? ^_^].
d. Sebelum tidur, jangan minum kopi [4 - 6 jam sebelum tidur] karena kandungan kafein bisa menstimulasi otak untuk berpikir. Waduh, ga tidur-tidur doung...matanya pecicilan mpe pagi...^^
e. Lakukan stretching, lari atau jogging malam, sebab aktivitas tersebut cenderung melemaskan sendi dan otot, sehingga membuat tubuh kita santai dan tidur bisa pulas.
Any ideas & criticisms? Silahkan tambah di box untuk comment. SANKYU!!
Nnk
Langganan:
Postingan (Atom)

